Senin, 03 Oktober 2011

Serat bambu adalah revolusi kelima dari industri pertekstilan


Serat bambu adalah revolusi kelima dari industri pertekstilan


   
 
kekhasan serat bambu seringkali membuat orang-orang berpikir akan betapa berharganya produk tersebut
 
1. Asal usul serat bambu
Serat bambu berasal dari bambu alami berkualitas bagus, melalui teknik khusus, mengeluarkan selulosa dari bambu, kemudian direkatkan, dijadikan benang, dan berbagai proses lainnya dan terbentuklah serat selulosa baru. Produk serat bambu mencakup pakaian dalam, handuk, produk-produk perlengkapan tempat tidur, kain lap, kaus kaki, T-shirt dan berbagai macam benda lain yang ada di sekitar kehidupan kita. Kualitas kesehatan khas dari serat bambu ini dapat ditampilkan dari nyaman di kulit. Selain meningkatkan taraf produk dan kualitas kehidupan manusia, juga mengubah pola persaingan industri berhubungan lainnya. Karena bambu sendiri dapat menghasilkan anion dan anti-kuman, dalam perkembangan pohon bambu, dikarenakan tidak adanya bakteri penyakit maka tidak perlu menggunakan insektisida yang dapat menyebabkan polusi; selain itu pembuatan serat bambu juga menggunakan teknologi tinggi, tidak menggunakan bahan kimia dan memiliki fungsi anti-bakteri, anti-tungau, anti-bau, anti-ultraviolet alami, memiliki sirkulasi yang baik, mudah menyerap air, keawetan yang tinggi, pewarnaan yang gampang, indah. Maka orang-orang memujinya dengan sebutan “Penenunan ekologi yang bisa bernapas”, “Ratu serat”, bahan serat bambu oleh orang-orang industri tekstil disebut juga sebagai: “Bahan kesehatan yang memiliki pontensi perkembangan tercerah di abad 21”.
Serat bambu kemudian oleh orang industri tekstil disebut juga kelanjutan dari revolusi bahan tekstil ke-5 setelah “Katun, wool, sutra, linen” 
2. Enam Fungsi utama serat bambu
Dengan bambu sebagai bahan mentah yang diproses menjadi serat bambu, serat bambu jika dibandingkan dengan serat tradisional lainnya, maka memiliki enam fungsi yang tak tergantikan :
 
1.1 Anti-kuman, Anti-bakteri
Diteliti menggunakan mikroskop elektron, bakteri dalam jumlah yang sama pada kain jenis  katun dan serat kayu bakteri dapat menggandakan diri dalam jumlah besar, sedangkan pada produk serat bambu bakteri tersebut dalam 24 jam kemudian mati terbunuh sekitar 75%. Penemuan baru autoriti Jepang menambahkan nilai lebih pada produk ini, kemudian melewati tes dari pusat pengontrolan kualitas produk katun China dan melewati tes dari Pusat Penelitian Mikroorganisme Akademi Sains Shanghai China juga membuktikan hasil-hasil diatas ( handuk katun di musim panas mudah bau sehingga kuman berkembang biak menjadi puluhan ribu kali lipat)
 
1.2 Fungsi Menyerap dan Menghilangkan bau
Struktur pori-pori kecil khusus di bagian dalam serat bambu membuat serat bambu memiliki daya serap yang tinggi, dapat menyerap formaldehyde, benzene, toluene, ammonia dan substansi berbahaya lainnya dan dapat menghilangkan bau yang tidak sedap
 
1.3 Fungsi menyerap dan mengeluarkan air
Di bawah mikroskop elektron dengan pembesaran 2000 kali, di permukaan serat bambu terdapat banyak cekungan dan cembungan, membentuk lubang-lubang berbentuk oval, lubang yang besar. Hal menunjukkan daya kapilaritas yang tinggi, bisa dengan cepat menyerap dan menguapkan air, dari semua serat alami, daya serap dan daya pengeluaran air serat bambu adalah yang paling tinggi. Di suhu 36°C, dalam kondisi 100% basah, daya serap kembali serat bambu mencapai 45%, sirkulasi udara lebih tinggi dari katun 3.5 kali, maka disebut juga “Serat yang bisa bernapas”. Menggunakannnya sebagai bahan jadi tekstil dapat disebut sebagai “Kulit manusia lapisan kedua”
 
1.4 Fungsi super anti-ultraviolet
Daya tembus ultraviolet di katun adalah 25%, daya tembus di serat bambu 0.6%, daya tahannya dibanding katun lebih tinggi 41.7 kali lipat. Produk serat bambu dapat digunakan di musim panas dan gugur, membuat orang terasa nyaman, sejuk. Di musim dingin dan semi menggunakannya juga membuat kita terasa nyaman dan dapan mengeluarkan kelebihan panas dan air dalam tubuh.
 
1.5 Fungsi menjaga kesehatan
Bambu mengandung banyak pectin, madu bambu, tyrosine, vitamin E dan SE, GE berbagai mikro elemen lainya yang dapat melawan kanker, anti-tua. Anti oksida dari “Elemen bambu” dapat dengan efektif menghilangkan radikal bebas di tubuh, memiliki kemampuan anti-tua; gabungan dari peroxide dan esters dapat menghentikan Carcinogen, N-nitrite ammonia, yang dengan jelas meningkatkan antibodi tubuh.
Serat bambu mengandung berbagai asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh, memiliki fungsi khas menjaga kulit; elemen serat bambu, madu bambu, pectin, memiliki fungsi membasahkan kulit dan fungsi anti-lelah; serat bambu tidak membawa muatan listrik, anti listrik statis, anti gatal; produk serat bambu lembut, nyaman di kulit, dapat memperbaiki sirkulasi darah di tubuh, mengaktifkan sel-sel tubuh, efektif mengontrol sistem saraf, menambah stamina, menyebabkan efek domino menghasilkan panas bagi tubuh, meningkatkan kualitas tidur. Selain itu kepadatan anion dalam serat bambu mencapai 6000 bh/ M3, setara dengan kepadatan anion di luar lapangan, membuat orang terasa segar nyaman, boleh dibilang “Bersama-sama di rumah, di hutan bambu hijau, di keindahan setiap hari”
 
1.6 Fungsi kenyamanan keindahan
Kenyamanan : kenyamanan dari pakaian ditentukan dari tiga unsur: nyaman dalam cuaca panas, nyaman disentuh, nyaman di tekan. Daya serap serat bambu tinggi, sirkulasi udara baik, tingkat emisi sinar infrared panjang mencapi 0.87, jauh mengungguli bahan serat tradisional, maka cocok dipakai saat panas. Berdasarkan kebutuhan di setiap musim yang berbeda, menggunakan teknik yang berbeda, membuat produk serat bambu menghasilkan kehangatan di musim dingin, kesejukan di musim panas. Produk serat bambu juga baik bagi kulit, nyaman disentuh, kulit terasa segar. Produk serat bambu ringan bersinar, lembab dan lembut, halus dan ringan, memiliki rasa lembut seperti katun, kesegaran seperti sutra, lembut di badan, nyaman di kulit. Pemakaian bagus, memberikan kenyamanan tanpa tekanan. Di musim panas menggunakan produk serat bambu, tubuh bisa merasa sangat segar, suhu tubuh dapat berkurang 1-2 derajat, sedangkan di musim dingin memiliki efek menjaga kehangatan, juga dapat mengeluarkan kelebihan panas dan cairan dalam tubuh, hangat di musim dingin, sejuk di musim panas membuatnya tidak bisa dibandingkan dengan bahan serat lainnya.
Keindahannya: kerapatan serat bambu, tingkat keputihan yang bagus, setelah diwarnai terlihat indah, warna yang cerah, tidak luntur, bersinar bercahaya, elegan, enak dikenakan, memiliki perasaan anggun alami.
 
3. Serat bambu memiliki potensi pasar yang besar dan masa depan yang cerah
Sebagai bahan tekstil baru, munculnya serat bambu maknanya bukan hanya pada suatu jenis rangkaian produk tertentu saja, tetapi berada pada seluruh industri tekxtil,. Pasar tekstil Cina memiliki market share sebanyak 1.5 triliun Yuan. Serat bambu secara menyeluruh memasuki pasar ini. Pasar serat bambu mencakup seuluruh industri tekstil, serat bambu memiliki market space yang nyata, berbagai tingkat, dan berbagai model.
Sejak dulu belum ada yang menciptakan teknik seperti serat bambu ini, dengan menitik beratkan pada kesehatan dan anti-kuman sebagai titik awal, menyebabkan pasar pakaian dalam, bra, produk-produk kasur, handuk, kaus kaki, produk rumah tangga, pasaran ibu hamil dan bayi, dan berbagai pasar besar lainya dirangkum menjadi satu, mengembangkan secara horizontal dan vertikal. Atas dasar kesehatan, segala bidang di atas dapat menimbulkan dorongan yang cukup bagi pasar.
Kedatangan serat bambu, bagi seluruh industri tekstil, memiliki makna yang dalam. Nilai produk serat bambu menciptakan identitas dan status sosial konsumen. Serat bambu merupakan pasar yang masih kosong, memiliki kesempatan dagang bernilai triliunan rupiah.

    RESIN


    Resin

    PENDAHULUAN
    Farmakognosi berasal dari bahasa latin dan pertama kali digunakan oleh C. A. Seydler di dalam disertasinya yang berjudul Analekta Pharmakognostica pada tahun 1815. “Pharmacon” berarti obat dan “gnosis” adalah pengetahuan. Jadi secara harfiah berarti ilmu pengetahuan tentang obat – obatan.
    Didalam sejarah perkembangannya, farmakognosi sejak dahulu adalah merupakan bahagian dari apa yang disebut seni dan ilmu kedokteran, yaitu sejak manusia mengenal cara penyembuhan terhadap sesuatu penyakit. Dengan sendirinya farmakognosi ini juga merupakan hasil perkembangan dari cara pengobatan pada peradaban kuno, bahkan dari penyembuhan secara misterius yang dilakukan oleh dukun – dukun. Berkembang dari suatu abad dimana obat-obat digunakan secara empiris menjadi suatu pengetahuan tentang obat-obatan yang digunakan secara spesifik dan therapeutis,sehingga menjadi salah satu pengetahuan yang terpenting diantara pengetahuan – pengetahuan pokok pada pendidikan farmasi. Farmakognosi mempelajari tentang bahan-bahan farmasetis yang berasal dari makhluk hidup, meliputi dimana terdapatnya di alam, biosintesanya, identifikasinya dan penentuan kadar secara kuantitatif didalam bahan alam darimana bahan tersebut berasal, juga cara isolasinya, struktur kimianya, sifat-sifat fisis dan kimianyadan juga penggunaan dan cara kerjanya. Pengetahuan ini dikenal sebagai fitokimia.

    Dalam farmakognosi juga termasuk cara-cara penanaman, seleksi pengumpulan, produksi,pengawetan,penyimpanan dan perdagangan dari bahan obat yang berasal dari makhluk hidup dan mineral.


    Pengertian Resin

    Resin atau dammar adalah suatu campuran yang kompleks dari ekskret tumbu-tumbuhan dan insekta, biasanya berbentuk padat dan amorf dan merupakan hasil terakhir dari metabolisme dan dibentuk dari ruang-ruang skizogen dan skizolisigen. Secara fisis, resin (damar) ini biasanya keras, transparan plastis dan pada pemanasan menjadi lembek. Secara kimiawi, resin adalah campuran yang kompleks dari asam-asam resinat, alkoholresinat, resinotannol, ester-ester dan resene-resene. Bebas dari zat lemas dan mengandung sedikit oksigen karena mengandung zat karbon dalam kadar tinggi, maka kalau dibakar menghasilkan angus. Ada juga yang menganggap bahwa resin terdiri dari zat-zat terpenoid, yang dengan jalan addisi dengan air menjadi dammar dan fitosterin.sifatny tidak larut dalam air, sebagian larut dalam alcohol, larut dalam eter, aseton, petroleum eter, kloroform, dan lain-lain. Apabila resin-resin dipisahkan dan dimurnikan, biasanya dibentuk dalam zat padat yang getas dan amorf, yang kalau dipanaskan akan menjadi lembek dan akan habis terbakar. Resin ini juga tidak larut dalam air, tetapi larut dalam alcohol dan pelarut organic lainnya.
    Isi dari resin pada umumnya adalah sebagai berikut :
    1. Asam-asam resinat 
    Terdiri dari : asam-asam oksi yang banyak jenisnya yang biasanya mempunyai sifat gabungan dari asam-asam karboksilat dan fenol-fenol. Asam-asam ini terdapat dalam keadaan bebas ataupun terikat sebagai ester-ester. Pada umumnya asam-asam ini larut didalam larutan alkali, membentuk larutan seperti sabun ataupun suspensi koloidal. Garam-garam logamnya dikenal sebagai resinat, beberapa diantaranya banyak digunakan dalam pembuatan sabun yang murah dan vernis.
    Contohnya :
    • Asam abietat didalam colophonium
    • Asam kapolvat dan oksikapolvat didalam Balsamum copoive
    • Asam guaiakonat didalam Guajac
    • Asam pimarat (Pimarinat) didalam Burgundy Pitch (Picea excelsa)
    • Asam komniforat didalam Myrrha.
    2. Alkohol-alkohol resinat
    Terdiri dari : Alkohol-alkohol kompleks yang mempunyai BM yang tinggi, yang disebut resinotannol (Tsirch yang menamakannya) sebagai hasil polimerisasi dari alkohol damar resinol, yang dengan garam-garam ferri akan memberikan reaksi seperti tannin. Alkohol-alkohol resinat terdapat dalam keadaan bebas maupun terikat sebagai ester dengan asam-asam aromatis (asam benzoat, asam salisilat, asam sinnamat, asam umbellat).
    Resinotannol yang sudah dapat diisolir adalah :
    • Aloeresinotannol dari aloe
    • Ammoresinotannol dan galbaresinotannol dari Ammoniacum.
    • Peruresinotannol dari Balsamum peruvianum
    • Siaresinotannol dan sinnaresinotannol dari Benzoin.
    • Toluresinotannol dari Balsamum tolutanum.
    Beberapa resinal, misalnya :
    • Benzoresinol dari benzo
    • Storesinol daro styrax
    • Guaiaresinol dari Gurjun balsem
    3. Resene-resene
    Resene adalah zat-zat yang komplek yang tidak mempunyai sifat-sifat kimiawi yang khas. Resene tidak membentuk garam atau ester, tidak larut dalam larutan alkali dan tidak terhidrolisis dengan alkali.
    Contohnya :
    • Alban dan fluavil dari Gutta perch
    • Kopalrsene dari Copal
    • Dammarresene dari dammar drakoresene dari Sanguis draconis.
    • Olibanoresene dari Olibanum
    Beberapa jenis resin yang digunakan dalam lapangan farmasi seperti coloponium, mastik, podophyllum dan sebagainya yang disebut sebagai resin farmaseutis.
    Resin-resin farmaseutis ini dapat diperoleh dengan cara :
    1. Ekstraksi simplisia dengan alkohol, diendapkan dengan air. Contohnya resin dariJalapa ipomoea dan podophyllum.
    2. Memisahkan minyak menguapnya dengan cara penyulingan. Contohnya : colophonium dari terpentin dan resin dari copaiva dari Balsamum copaive.
    3. Dengan memanasi bagian dari tanaman yang mengandung resin. Contohnya : Guaiac resin.
    4. Dengan mengumpulkan hasil eksudat dari tanaman. Contohnya : Oleoresin yang kemudian diuapkan, dengan cara ini diperoleh mastiks.
    5. Dengan mengumpulkan resin-resin fosil, seperti copal dsb.
    B. Sifat-sifat resin
    Secara fisika:
    1. Keras
    2. Transparan
    3. Plastis
    4. Lembek/ leleh
    Secara kimia, campuran dari:
    1. Asam-asam resinat
    2. Alkohol rersinat
    3. Resino tannol
    4. Ester-ester
    5. Resen-resen
    6. Bebas Zat lemak
    7. Sedikit mengandung oksigen dan banyak mengandung karbon
    B. Beberapa jenis damar (resin)
    Pembagian resin didasarkan atas isinya :
    • Damar sesungguhnya (resin) adalah zat padat yang amorf atau setengah padat, tidak larut didalam air tetapi larut didalam alkohol atau pelarut organik lainnya dan membentuk sabun dengan alkali. Biasanya disamping zat-zat damar terdapat juga minyak menguap, hasil peruraian ester-ester damar, zat warna, zat pahit dsb
    • Damar gom (Gummi resina)yaitu campuran alami dari gom, minyak dan resin. Sering disebut juga damar lendir. Contohnya : Asofoetida, Myrrh
    • Oleoresin yaitu campuran alami yang homogen dari resin didalam minyak menguap. Contohnya : Terpentin, Kanada balsam, Cubeba
    • Balsamum adalah campuran dari resin dengan asam sinamat atau benzoin atau kedua-duanya atau ester-esternya dengan minyak menguap. Contohnya : Benzoin, Perubalsam, Styrax
    • Didalam beberapa hal diketemukan resin didalam ikatan glikosidal, ikatan ini disebut glukoresin atau glikoresin misalnya yang terdapat didalm Ipomoeae, Jalapa dan Podophyllum.
    Atas dasar yang sama TSIRCH membagi damar-damar sebagai berikut:
    a. Damar ester atau ester harza, diantaranya :
    1. Damar benzoe, contohnya : Benzoe siam, benzoe sumaetera, styrax, balsamum tolutanum, balsamum peruvianum.
    2. Damar gom. Contohnya : Asafoetida, Galbanum, Ammoniacum.
    Damar ester adalah jenis-jenis damar yang isi utamanya adalah
    • Ester dari resinol atau alkohol damar yang tidak berwarna dengan reagen tannin dan bentuknya kristalin.
    • Ester dari resinotanol, berwarna dengan reagen tannin dan bentuknya amorf. Damar benzoe hanya mengandung ester saja sedang damar gom selain ester juga mengandung gom.
    b. Damar resin atau resin harza
    Yang biasanya disebut dengan resin resin saja atau poli-oksiresin. Sebagian ada yang masih mengandung gom seperti Myrrh dan Olibanum. Contohnya : Mastiks dan Damar.
    c. Damar asam resin atau resinosaur harze
    TSIRCH mengutamakan isi asam-asam resinat yang terdapat bebas didalam damar dan menggolongkan jenis ini didalam resinosaur harze. Contohnya : Terebinthinae, Colophonium, Oleum terebinthinae, Balsamum canadensis, dll.
    d. Damar-damar berwarna atau farb-harze
    Meskipun kadang-kadang disebut sebagai gummi resina atau gom resin tetapi sama sekali bukan gom, karena gom adalah suatu zat yang kalau dalam air akan mengembang dan kemudian larut, tetapi resin sama sekali tidak larut dalam air. Kemudian dengan diketemukannya bahan-bahan polimer sinterik, maka pengertian resin sekarang lebih luas sehingga meliputi juga polimer-polimer yang mempunyai sifat-sifat fisis yang khas dan mempunyai fungsi yang sama dengan resin dari alam.
    Contoh : Gummi gutti
    Simplisia yang mengandung resin , Damar resin , Resin, Coloproni. (USP, NF)
    1.Colophonium, Colophony resin.
    Adalah suatu resin padat yang diperoleh dari tanaman Pinus palustris Miller dan spesies lain dari Pinus Linne (suku pinaceae). Pembuatan Oleorresin yang masih kotor, hasil penyadapan dari tanaman pinus, dimasukkan kedalam bejana tembaga dan dipanasi dengan air.
    Sifat- sifat colophonium yang digunakan dalam dunia faramasi adalah suatu massa yang tembus cahaya, seperti gelas, berwarna kuning pucat atau warna amber, dan biasanya terdapat dalam keadaan terpecah-pecah dan diliputi dengan serbuk keputih-putihan.
    Kegunaan colophonium dalam dunia farmasi adalah pembuatan serata, plester, dan salep-salep.
    2. Imperatae rhizoma ( akar alang-alang )
    Akar alang-alang adalah akar tinggal. T.A= Imperata cylindrica Beauv dengan suku Gramineae. Panjang rhizoma 4 cm atau lebih, beruas, berkeriput memanjang, tebal 2-4 mm, warna kuning jerami, tiap ruas diliputi sisik tipis. 
    Susunan isi: asam kersik, damar, dan logam alkali.
    Kegunaannya adalah sebagai diuretika dalam bentuk dekokta, dosis 4-12 gram.
    3. Caricae Radix ( akar pepaya )
    Akar pepaya adalah akar cabang Carica papaya L dengan suku Caricaceae. Simplisia ini merupakan potongan-potongan yang lurus atau bercabang, warna coklat muda atau putih kecoklatan, bagian kulit tebal garis tengah 1-3 cm. Rasa pahit khelat
    Susunan isi : terutama papaine, terdapat pula K. Mironat mirosin, papayatin, damar dan tannin.
    Penggunaannya adalah sebagai sebagai antelmentika dalam bentuk dekokta, dosis 8-12 gram.
    4. Meuremiae Tuber (bidara upas)
    Bidar upas terdiri dari irisan-irisan umbi Merremia mammosa Hai fillius.Suku convolvulaceae. Umbi berbentuk serupa kerucut warna coklat tua, banyak akar-akar serabut. Panjang 4-10 cm, lebar puncak 1-3 cm.
    Susunan isi : damar, zat pahit dan pati.
    Penggunaannya : sebagai ekspektoransia, antiseptik (obat kumur).
    5. Syzygii Semen (Biji Jamblang)
    Biji jamblang adalah biji Eugenia cumini Merr. Suku Mirtaceae.
    Susunan isi : minyak menguap 0,5 %, zat penyamak 6 %, Asam galus, Asam elag, pati 40 %, minyak lemak, damar, glukosida yamboiin.
    Penggunaannya : Obat kencing manis dalam bentuk infus 2,5-6 gram.
    6. Biglobisae Semen (Biji kedawung)
    Biji kedawung adalah biji Parkia biglobosa Bentham. Suku leguminosa. Bau seperti petai, rasa agak pahit. Biji bulat memanjang, pipih, dekat tepi biji terdapat garis rusuk melingkar warna coklat tua kehitaman, pangkal biji berwarna coklat kemerahan.
    Susunan isi : Glikosida, damar, tannin, garam-garam alkali.
    Penggunaannya : Sebagai obat mulas dan obat diare.
    7. Tinosporae Cortex (Brotowali)
    (Suku Menispermaceae), rasa amat pahit. Simplisia merupakan keping-keping tipis-tipis panjang dengan banyak tonjolan-tonjolan dan beralur memanjang, warna coklat tua kehitaman.
    Susunan isi : damar warna hijau kekuningan, alkaloid.
    Penggunaan : sebagai tonikum, obat demam.
    8. Guazumae Folium (Daun Jati belanda)
    Daun jati belanda adalah daun Guazuma ulmifolia Lamarch var. Tomentosa suku Sterculiaceae. Bau aromatik, rasa agak khelat. Helai daun berbentuk bulat telur, ujung daun berbentuk jantung yang kadang-kadang tidak setengkup, tepi daun bergerigi, permukaan daun kasar warna hijau kecoklatan sampai coklat muda. Panjang 8-15 cm.
    Susunan isi : Lendir, zat penyamak dan damar alkaloid.
    Penggunaan : Obat langsing.
    9. Andrograpidis herba (sambiloto)
    Herba sambiloto adalah bagian diatas tanah tanaman Andrograpis paniculata Nees suku Acanthaceae.
    Pemerian : Tidak berbau dan rasa pahit. Batang tidak berambut tebal 2-6 mm, persegi empat daun bersilang berhadapan, bentuk lidah tombak, panjang 2-7 cm, lebar 1-3 cm, rapuh, tipis tidak berambut, ujung dan pangkal daun runcing, tepi daun rata. Permukaan atas berwarna hijau tua atau hijau kecoklatan, permukaan bawah berwarna hijau pucat, tangkai daun pendek.
    Susunan isi : Asam karsi, damar, logam alkali.
    Penggunaan : Diuretik, antipiretik.
    10. Sindorae Fructus (Saparantu)
    Separantu adalah buah Sindora sumatrana Minuel. Suku leguminose.
    Pemerian : bau lemah, rasa khelat.
    Susunan isi : Minyak lemak, pati, zat penyamak, damar, gom.
    Penggunaan : Astringensia.

    Rabu, 21 September 2011

    PEMANFAATAN LIMBAH BATUBARA SEBAGAI BAHAN DASAR ALTERNATIF UNTUK MATERIAL FURNITURE DENGAN PENGUJIAN SIFAT BENDING YANG DIPERKUAT SERAT BAMBU


    Abstrak

    Batubara sebagai sisa pembakaran di boiler menjadi limbah yang pemanfaatannya kurang optimal,, Hal ini dapat menjadi masalah lingkungan.Batubara sisa hasil pembakaran di Indonesia jumlah cukup banyak. Di satu pabrik pengolahaan biji kopi di daerah panjang (Bandar Lampung) menghasilkan limbah batubara tidak kurang 5 ton/hariL Salah satu cara pemanafaatan limbah ini adalah dengan menjadikannya sebagai alternatif bahan komposit yang diperkuat dengan serat bambu.
    Limbah batubara sebagai hasil pembakaran di boiler dapat dibuat sebagai filler bahan komposit yang penggunaanya sebagai alternatif bahan furniture. Batu bara dari hasil pembakaran berupa bongkahan batu diolah menjadi partikel yang lebih halus, kemudian hasil pengolahaan ini dicampur dengan resin poliester sebagi bahan pengikat. Untuk menghasilkan produk yang lebih baik, campuran partikel batu dengan resin diperkuat dengan serat bambu. Serat bambu sebagai bahan penguat diuji dengan melakukan variasi arah serat yaitu arah lurus dan bersudut menyilang(45o).
    Dari hasil pengujian variasi arah serat terhadap bahan komposit didapatkan serat bambu yang arah lurus lebik baik peningkatan kekuatan tariknya daripada serat bersudut dimana kekuatan bending maximum didapat 20,03 Mpa yaitu terjadi peningkatan kekuatan bending sebesar 84 % dibandingkan dengan bahan komposit tanpa serat bambu. Peningkatan kekuatan lentur serat lurus juga lebih baik daripada serat bersudut. Sedangkan peningkatan kekerasan serat bersudut lebih baik daripada serat lurus.

    Kata kunci: Limbah batubara, Bahan komposit dan serat bambu


    PENDAHULUAN

    Populasi manusia yang sangat cepat memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap peningkatan kebutuhan masyarakat termasuk kebutuhan akan aksesoris rumah tangga, perkantoran, dan lain-lain seperti kursi, meja, lemari dan kebutuhan lainnya dibidang furniture. Pertumbuhuan disektor furniture ini harus mendapat perhatian yang serius dari semua pihak yang terkait. Karena setiap pemenuhan kebutuhan furniture harus didukung oleh tersedianya sumber material kayu sebagai bahan dasar furniture.
    Sumber daya alam (kayu) sebagai material dasar furniture semakin lama semakin berkurang. Jika ekploitasi sumber daya alam ini terus dilakukan, suatu saat nanti akan habis dan akan menggangu keseimbangan alam. Sehingga pemenuhan kebutuhan furniture untuk jangka panjang perlu mendapatkan perhatian dengan mencari sumber lain pengganti kayu sebagai bahan dasar pembuatan furniture tetapi mempunyai harga yang relatif murah dan mutu sama atau lebih baik dari kayu.
    Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk menjawab permasalahan di atas adalah dengan memanfaatkan limbah batu bara sebagai bahan dasar atau bahan baku untuk pembuatan furniture.

    Metode penelitian
    Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan cara pembentukan bahan uji yang dibuat dari bahan powderampas batu bara dengan perekat resin. Ampas batu bara yang dimanfaatkan adalah dari hasil pembakaran boiler dari perusahaan.
    Paduan antara powder batu bara dan perekat resin dibuat dengan komposisi campuran yang beragam (1:1, 1:2, 1:3, 1:4), juga direncanakan dibuat paduan powder batu bara dan perekat resin dengan komposisi sama yang di beri tulang sebagai penguat. Paduan yang telah dibentuk dicetak menjadi benda uji dengan ukuran 20 cm x 10 cm x 1 cm. Kemudian spesimen ini diuji dengan menggunakan beberapa metoda yaitu; uji kekerasan dan uji tekan(bending).
    Jumlah spesimen yang dibuat sebanyak 72 spesimen. Metode yang dilakukan ini dianggap telah mewakili kondisi meterial furniture yang sebenarnya yaitu tahan air, tahan panas (matahari), tahan terhadap beban. Jumlah spesimen dan jenis pengujian dapat dilihat pada tabel 1.

    Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
    1. Resin poliester tak jenuh, berfungsi sebagai matrik dalam komposit.
    2. Powder ampas batubara dan serat bambu, berfungsi sebagai bahan penguat dalam komposit.
    3. Katalis, berfungsi sebagai pengeras matrik komposit.

    Alat yang Digunakan
    Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
    1. Universal Testing Machine (UTM), digunakan untuk uji tekan.
    2. Alat uji kekerasan Rockwell , digunakan untuk menguji kekerasan benda.
    3. Cetakan, digunakan untuk mencetak benda uji.
    4. Palu, untuk memecahkan hingga halus limbah batubara
    5. Ayakan, untuk membuat variasi ukuran pertikel ampas batubatra.
    6. Timbangan digital, digunakan untuk mengukur komposisi massa serat bambu.
    7. Pengaduk, digunakan untuk mengaduk matrik dan powder ampas batubara sehingga mempunyai kontribusi yang seragam.
    8. Gelas ukur, digunakan untuk mengukur perbandingan volume campuran antara resin dengan partikel limbah batubara.
    9. Amplas, digunakan untuk menghaluskan benda uji.
    10. Gergaji, digunakan untuk memotong bahan spesimen.
    11. Gerinda, digunakan untuk membentuk spesimen sesuai dengan ukuran yang diinginkan.
    12. Jangka sorong, digunakan untuk mengukur dimensi spesimen.

    Prosedur penelitian

    Metode pelaksanaan penelitian yang dilakukan dibagi menjadi empat tahapan, yaitu:
    1. Pembuatan cetakan spesimen uji.
    2. Rencana Persiapan pencampuran.
    3. Pembuatan benda uji.
    4. Pengujian dan analisa.
    Berikut ini adalah geometri dari cetakan spesimen uji bending dan spesimen uji kekerasan dengan standar JIS Z 2204:


    HASIL DAN PEMBAHASAN
    Berdasarkan pengujian-pengujian yang telah dilakukan baik pengujian tarik, pengujian bending dan pengujian kekerasan maka diperoleh data-data hasil pengujian.
    Pengeringan Limbah Batubara dan Serat Bambu
    Pada proses pengeringan untuk limbah batubara dan serat bambu dilakukan secara alami yakni dikeringkan secara langsung pada terik selama enam hari dengan durasi lima hingga enam jam (jam 09.00 s.d 15.00 WIB



    Tabel 2. Nilai pengurangan berat akibat pengurangan kadar air

    Uji Bending Komposit
    Pengujian bending ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perubahan komposisi pada komposit yang diteliti terhadap kekuatan lentur/flectional strength. Pengujian tarik ini dilakukan berdasarkan standar tes pengujian JIS Z 2204,

    Tabel 3. Hasil rata-rata pengujian bending




    Fenomena uji kekuatan bending sama dengan fenomena uji tarik pada arah serat lurus dan menyilang, hal ini dipengaruhi oleh kekuatan tarik dan bending dipengaruhi oleh perbandingan gaya dan luas penampang benda uji. Pada arah serat menyilang factor penyusunan serat yang tidak homogen juga Sangat mempengaruhi sifat mekanik bahan komposit karena daya ikat resin menjadi tidak homogen yang menyebabkan di titik tertentu kemampuan bahan menahan beban menjadi berkurang..

    Pegujian Kekerasan

    Pada pengujian kekerasan komposit ini dilakukan dengan menggunakan metode Rockwell-L dengan ukuran indentor 1/4” dan pembebanan 588 N.

    Tabel 4. Hasil pengujian kekerasan rata-rata

    Pada pengujian kekerasan fenomena antara kekerasan komposit pada arah serat lurus dan menyilang ádalah sama yaitu kekerasan komposit bertambah sebanding dengan penambahan banyak serat. Begitu juga kekerasan serat yang ada pada komposit kekerasannya juga meningkat jika jumlah serat bertambah.

    Pada tabel dan gambar di atas terlihat secara umum nilai kekerasan arah serat menyilang lebih baik jika dibandingkan arah serat lurus, hal ini disebabkan pada arah serat menyilang terjadi ikatan silang (cross link) yang lebih baik dibandingkan serat lurus. Ikatan silang ini menambah nilai kekerasan bahan komposit.


    SIMPULAN

    Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada benda uji komposit resin polyester yang diberi penguat partikell limbah batubara dengan serat bambu lurus dan menyilang, maka dapat diambil beberapa kesimpulan:
    1.. Beban maksimum dan kekuatan lentur tertinggi terjadi pada komposit yang diperkuat serat lurus yaitu terjadi pada komposisi 60% : 36% : 4% sebesar 867,5 N dan 46,2 N/mm2 terjadi peningkatan 84 % jika dibandingkan tanpa serat bambo. sedangkan pada komposit yang berpenguat serat menyilang yang terbesar terjadi pada komposisi 60% : 397 % : 3% sebesar 650,67 N dan 43,27 N/mm2 meningkat 72 %.
    2. Pada afflikasi penggunan komposit resin poliéster di lapangan yang diperkuat limbah batu bara dan serat bambu disesuaikan dengan kondisi beban yang banyak dialami. Untuk kondisi beban yang banyak mengalami beban tarik dan bending sebaiknya digunakan komposit yang diperkuat serat lurus, sedangkan material komposit yang banyak mengalami beban gesek sebaiknya digunakam komposit yang diperkuat serat dengan arah menyilang.
    3. Masalah yang dihadapi pada pembuatan bahan alternatif material dari ampas batubara adalah cukup mahalnya harga resin pengikat dari bahan komposit tsb, disarankan pada penelitian lanjutan menggunakan bahan pengikat yang lebih murah.